Siswi Smekda Jadi Pembawa Baki Pada Upacara Hut Ke 81 Kemerdekaan Ri Di Pendopo Trunojoyo

Siswi SMEKDA Jadi Pembawa Baki pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendopo Trunojoyo

Siswi SMEKDA Jadi Pembawa Baki pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendopo Trunojoyo

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen istimewa bagi Aisyah, siswi kelas XI jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 2 Sampang (SMEKDA). Pada Senin, 17 Agustus 2026, Aisyah mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai pembawa baki dalam rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Pendopo Trunojoyo, Jl. Wijaya Kusuma No. 1, Sampang.

Kepercayaan tersebut tentu bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Sebelum terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka Kabupaten Sampang, Aisyah harus mengikuti serangkaian proses seleksi yang dimulai dari tingkat sekolah. Ketertarikannya untuk mengikuti seleksi Paskibraka berawal dari keinginan kuat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan meneladani kakak kelasnya. Motivasi tersebut kemudian mendorong Aisyah untuk mengikuti seleksi tingkat sekolah pada Februari 2026 hingga akhirnya terpilih untuk mewakili SMEKDA dalam seleksi Paskibraka Kabupaten Sampang. “Seleksi tingkat sekolah ini tidak hanya tentang penilaian PBB, tetapi juga meliputi penilaian tinggi dan berat badan. Kami berkomitmen mengirimkan delegasi SMEKDA yang terbaik,” ujar Bapak Bashori Afnani, Waka Kesiswaan SMEKDA. 

Proses seleksi di tingkat kabupaten menjadi tantangan tersendiri bagi Aisyah. Bersama peserta lainnya dari berbagai sekolah di Kabupaten Sampang, ia harus mengikuti berbagai tahapan seleksi, meliputi seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, tes kesehatan, seleksi parade, seleksi PBB dan kesamaptaan, serta seleksi kepribadian. Setelah melalui seluruh rangkaian seleksi tersebut, Aisyah akhirnya dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Sampang tahun 2026.

Kemudian, Aisyah bersama anggota Paskibraka lainnya menjalani masa karantina sekaligus latihan intensif. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Selama masa persiapan, para anggota mendapatkan pembinaan dan latihan yang meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tata upacara, pembentukan sikap dan kedisiplinan, serta latihan khusus sesuai dengan posisi masing-masing. Dalam hal ini, Aisyah kemudian dipercaya menempati posisi pembawa baki pada upacara penurunan bendera.

Hal ini tentunya memberikan pengalaman yang berbeda bagi Aisyah. Posisi tersebut menuntut ketelitian, ketenangan, kedisiplinan, serta kesiapan mental karena pembawa baki memiliki peran penting dalam prosesi pengibaran maupun penurunan bendera. Menurut Aisyah, hal yang paling berkesan selama menjalani proses tersebut adalah kebersamaan dan solidaritas. Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dirasakan selama karantina adalah menjaga konsistensi mental dan menahan rindu karena jauh dari keluarga terkasih.

Pada upacara pengibaran bendera yang berlangsung pada pagi hari, Aisyah menjalankan tugasnya dengan baik. Selanjutnya, pada upacara sore hari, inilah saatnya Aisyah menunjukkan hasil kerja keras dan latihan panjangnya. "Saat melaksanakan tugas pembawa baki pada penurunan bendera, saya merasa gugup, gerogi, haru, tapi juga bangga luar biasa,” tutur Aisyah. “Pesan yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman adalah masa depan itu bergantung pada niat dan usahamu, bukan seberapa tinggi jenjang sekolahmu. Apa yang kamu tanam hari ini akan jadi kekuatanmu di masa depan. Teruslah melangkah karena masa depan kalian pantas diperjuangkan," pungkasnya. 

Keberhasilan Aisyah menjadi pembawa baki Paskibraka Kabupaten Sampang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMEKDA. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa SMK memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri di berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan kepemudaan, kedisiplinan, kepemimpinan, dan bela negara. (A. Atifah)

Share: